Ini Ceritaku Mana Ceritamu

Cerpen (9) Bebas (6) Surat (6) puisi (2) Hariku (1)

Jumat, 19 Desember 2014

Jawaban dari Tuhan




Suntuk. Satu-satunya kata yang tepat untukku saat ini. Tugas kantor yang berjibun membuat fikiranku sedikit senewen. Tapi sudahlah aku enggan mengeluh. Segera aku beranjak berwudhu. Sayang, jika waktu sepertiga malam mini kulewati dengan sia-sia.
            Baca’an Qur’anku hari ini telah sampai pada surat Al-Luqman. Aku baca ayat 12-19. Dari ayat ke 14, aku berhenti sejenak. Aku baca maknannya berulang-ulang. “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu”.

Jumat, 27 Juni 2014

Kau tau,
Rasaku tak mampu ku urai
Bibirku hanya membisu
Aku tertunduk malu
Tat kala mata saling bertemu

Senin, 19 Mei 2014

Pembekalan KKM 1

17-05-2014


“Drrrtttt.....drrrtttt....drrrttt “ ponselku bergetar. Ku picingkan mataku. Ada satu pesan masuk. Klik.
Dil, brangkat jam berapa?( Tian.)
Ntar yan, jam 7.30 aja. Hehehe pengalaman dari tmen2 kemaren, molor katanya. :D
Ok. Ntar kabari ya kalo mau berangkat. (Tian)
Swiiipp J 
Jam karet. Hmm seperti sudah menjadi tradisi. Ya seperti saat ini. Hari sabtu. Dimana aku harus mengikuti pembekalan KKM ( Kuliah Kerja Mahasiswa ). Otakku mulai membayangkan kebosanan. Suntuk dan ngantuk sepertinya sudah membayang dalam anganku. Teringat beberapa pesan teman-temanku.

Sejuta Cinta untuk Pak Imam Suprayogo



"Diiilll,,, mana surat cinta buatku?" tanya teman sebangku. Aku hanya tersenyum mendengar pertanyaannya. "Eh, emangnya bener ta kasus nya pak imam itu?" tanyanya lagi.
"Hanya Allah yang tau, tapi aku percaya dan yakin kalo pak imam itu gak salah."
"kenapa?"
"Lihat dan nilai dengan hati" jawabku singkat. Tak ada pertanyaan lagi. Ia nampak berfikir. ku tinggalkan ia duduk sendiri dengan ribuan kata tanya. Pagi ini jadwal kuliahku lumayan padat. Bergegas ku percepat langkah menuju gedung C. Ruang 104. Ku duduk sejenak.
"Dil, kamu dapat sms buat ikut TTD sebagai dukungan buat pak Imam suprayogo gak?" tanya teman di sebelahku yang kerap ku panggil Tian. Segera ku cek ponselku. Aku mengangguk. "mau ke sebelah perpus sekarang?" tanyaku. Ia mengangguk. Kebetulan dosennya juga belum datang. Segera ku titip pesan ke temanku, Syifaul "Ul, nanti kalo ustadz sudah datang sms ya,, aku mau TTD tanda sayang dan hormat dulu buat Bapakku"

Surat Cinta untuk Pak Imam Suprayogo



Assalamualaikum.wr.wb.

Bapak,, bagaimana kabar bapak disana? baikkan pak?? saya berharap bapak selalu dalam lindunganNYA. Semoga ALLA SWT selalu memberi kekuatan dan kesabaran untuk bapak. Bapak pasti belum mengenal saya kan? saya Fadilatus Sholiha mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Arab pak,, salam kenal pak !!

Bapak  Imam Suprayogo yang saya sayangi, saya bahagia sekaligus bangga bisa mengenal bapak. Bapak adalah sosok yang sangat sederhana, sabar dan penuh perjuangan. Ingatkah pak, waktu bapak berbiacara di gedung SC 2 tahun yang lalu. Saat saya masih menyandang gelar MABA alias mahasiswa baru. Bapak bilang bahwa kami yang ada di depan Bapak adalah orang-orang pilihan, orang-orang hebat yang akan membuat perubahan. Saya aamiin kan kata-kata Bapak itu berkali-kali, berharap menjadi do'a dan

Minggu, 04 Mei 2014

Surat untuk Mb Rizza




Assalamualaikum mb..
Gimana kabarnya? Baikkan? Bagaimana Skripsinya? Lancarkan?. Banyak sekali yang aku ingin tanyakan mb. Aku harap mb Rizza selalu dalam lindunganNYA. Diberi kemudahan dan kelancaran untuk skripsinya, eiitttss dan jangan lupa ya mb masak-masak lagi buat keluarga kecil FLP Maliki J. Bagaimanapun hasil eksperimennya lidah kami bisa menerima kok mb. Kan enak gratisan ( hehehe maunnya... ).
Bolehkan aku sedikit berbagi cerita mb. Sudah lama gak ketemu. Gak bisa ngobrol ngalur ngidul. Dan yang pasti gak bisa lihat semangaatt dan senyum tulus bunda Rizza (begitulah sahabat FLP memanggil mb). Mb itu sudah seperti bunda kami sendiri. Habis mb nya pengertian banget sih. Pokoknya TOP BGT deeh !!! hehehe

Surat Kecil untuk Bapak Rektor

Kepada
Yth. Bapak Rektor UIN Malang
Di
      Tempat


Assalamualaikum warahmatullah wabarakaatuh...

Apa kabar, Bapak Rektor? Semoga sehat selalu dan dilindungi oleh Allah. Bapak, perkenalkan nama saya Fadilatus Soliha, mahasiswa  Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Semester IV. Jika saya boleh bertutur,saya sangat bangga memiliki kesempatan bisa menimba ilmu di kamus hijau ini. Begitulah kebanyakan orang memanggilnya. Semoga banyak keteduhan dan kebahagiaan yang tersimpan di kampus hijau ini Pak. Begitulah harapan saya sebagai seorang mahasiswa.

Bapak Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo MSc yang saya hormati, ingatkah bapak dengan tanggal 2 April 2013? tentunya bapak tidak akan melupakannya. Karena di tanggal tersebut Bapak dilantik dan resmi menjadi rektor UIN Malang. Aku bangga padamu Pak. Atas tugas dan amanah yang kini kau emban. Jelas hal itu tidak mudah dan gampang. Bahkan tanggung jawabmu pun lebih besar. Tanggung jawab yang kelak juga harus dipertanggung jawabkan kepadaNYA.

Memori at Jalan Galunggung ( 26 April 2014 : 10.00)

"Bruuuaaaakkk" aku tersungkur. Tangan dan kaki kananku membentur jalanan. Spion kananku patah. Sekilas kulihat mobil putih yang menyrempetku. Melaju cepat. Tiba-tiba aku teingat masa 5 tahun lalu. Kejadian yang hampir sama. Hanya saja peristiwa lima tahun lalu membuat aku tak bisa berjalan selama 1 bulan. Tapi untunglah hari ini ku masih bisa bangkit. "Wooooyy berhenti" teriak seorang laki-laki beruban sembari mengulurkan tanga kanannya. Membantuku bangkit. Ku lihat pemuda-pemuda pengunjung warnet itu berlari, ada yang bergegas mengendarai motor mengejar mobil putih itu. Setelah itu aku tak tau. Aku merasa gemetar. Teringat masa lima tahun lalu.
"Tidak apa-apa kan nak?" tanya bapak-bapak yang menolongku tadi. Disodorkannya sebotol air putih padaku. Aku tersentum " tidak apa-apa pak,, mungkin hanya kesleo saja. Soalnya sakit buat jalan. Tangannya juga. Mungkin nanti setelah di pijet bisa mendingan"
"Jangan takut ya nak,, coba tenangin diri dulu."

Minggu, 13 April 2014

Sebelum Habis Masa






            Kabut hitam tebal berfose di angkasa sang pencipta.Udara dingin merasuk menembus pori-pori kulit keriput yang menyimpan seribu sejarah.Gubuk sederhana menjadi saksi bisu sandiwara kehidupan.Yang terkadang ada tawa bahagia dan terkadang ada duka nestapa.
“Kreeeeek,,,,pagi yang mendung,semoga semangat kita tak akan pernah mendung”Harap seorang janda tua dibalik bilik.
“Ya mak,,,,semoga hari ini menjadi lebih baik dari hari-hari yang sebelumnya”Sahut seorang gadis remaja yang tengah asyik menata kue dagangannya.Ya sebut saja tanti.Tanti adalah seorang gadis remaja yang pantang menyerah.Meski dia hanya tinggal bersama ibu dan adiknya yang bernama tio.Tanti sudah merasa bersyukur dan bahagia.Setidaknya ia merasa bahagia masih mempunyai keluarga dan tempat tinggal.Meski tak semewah hotel berbintang tapi tanti selalu menanamkan “Baiti Jannati”seperti yang diajarkan oleh baginda nabi SAW.
*******                
“Tanti,..”dengan gugup tanti melangkah ke depan kelas.Jantungya berdebar hebat bagaikan pacuan kuda.”Selamat ya!!! Terus semangat dan terus tingkatkan prestasimu” ucap bu Diana guru fisika tanti.Tanti mengulumkan senyum.”Trimakasih ya ALLOH ,,, semoga hamba bisa menjadi lebih baik lagi” gumam tanti dalam hati.
            Tanti memang bukan berasal dari keluarga yang berada.Tapi niat yang terpatri dalam benaknya begitu kuat.Tinggal menghitung bulan lagi tanti akan menghadapi Ujian akhir nasional.Beban berat yang kini di pikulnya.Bukan masalah mata pelajaran yang diujikan tapi masalah biaya ujian.Tentu saja bukan biaya ujian tanti karena tanti telah mendapatkan beasiswa dari sekolahnya.Tapi tio adik tanti yang sekarang duduk dikelas 3 smp tak seberuntung tanti.Tio memang bukan anak yang malas.Tapi kemampuannya dalam mengingat materi pelajaran memang tak sepeka ingatan tanti.
********
            Sore itu hujan begitu lebat.Atap rumah tanti yang bocor seakan telah mengizinkan air hujan menerobosnya.
“Huk…huk….huk…huk.huk..bruuuuuaaaaaak”tubuh kurus itu tergeletak lemas di atas lantai.
“Maaaaaaak…mak kenapa mak….hikz..hikz..hikz”teriakkan histeris tanti dan adiknya beradu dengan suara Guntur hujan.
“Tolooooooooooong….mak sabar mak…”digoyang-goyangkannya tubuh emaknya.
“Maaak,,,,mak kenapa mak???”Tio tak mau tinggal diam.Dia segera berlari keluar mencari bantuan.Meski tanti melarangnya karena hujan yang masih lebat tapi tio tetap melangkah dan tak menghiraukan tanti.
“Nduuk,,manusia itu tidak ada yang kekal.Semua yang bernyawa pasti akan mati.Ma’afkan semua salah emak jika untuk esok dan seterusnya emak tidak bisa menemanimu.Jadilah ibu dan bapak bagi adikmu.Emak tau ini akan menjadi beban beratmu.Ma-ma-ma’aff kan e-e-emak nduk,,LA-I-LA-HA-ILLALLAAAH MU-HAM-MADUR-ROSULULLAAH”Perlahan kelopak mata emak mengatup.
“EEEMMAAAAAAAAAAAAAAAaaaaaaak………………….ya Alloooh..emaaak….in-nalillahii ,,hikz-hikz-hikz,,wa-innaillaihi roji’un…”tanti memeluk tubuh emaknya erat-erat.Berharap ini semua hanya mimpi buruk baginya.Dilihatnya diluar rumah adiknya berlari munuju rumah mereka.
“Mbak tanti……. A yo kita bawa emak kerum ah sakit,aku sudah minta tolong P.Ahmad”Ucap tio terengah-engah.
“Tidak perlu tio.Emak sudah berpulang kepangkuanNYA,” hati tio tersentak mendengar bahwa emaknya telah meninggal.Tubuh tio menggigil.diselonjorkannya kakinya dilantai.”Innalillahi wainnailaihi raji’un……”
**********
            Selang beberapa bulan setelah kematian ibunya , tanti terus berusaha memendam mimipinya untuk dapat melanjutkan menimba ilmu ke perguruan tinggi.Dan pagi itu dia mendengar kabar bahagia namun menyesakkan hatinya.
“Duuuooor,,,nglamun ya kak ,,”getak tio mengagetkan tanti.
“ihhh,,,kamu ini yo ,,kebiasa’an dech,,”
“Ada apa sih kak ? cerita doonk …jangan anggap tio kaya orang laen ..”
“ehmmm,,,gini yo,,,kakak kan ikut snmptn di UI dan hari ini pengumumanya , dan,,,”tanti diam sejenak.”kakak diterima menjadi mahasiswi UI yo,,”tanti tertunduk menahan tangis.
“trus kenapa kakak sedih ? harusnya kan kakak bahagia”
“tapi kalau kakak kuliah beban hidup kita pasti bertambah,dan tio kan juga masih SMA”
“Kak (tio menatap kakaknya tajam) ,Kak sa’at pemakaman ibu tio telah berjanji didepan makam ibu kalau tio akan berusaha memberikan yang terbaik.masalah biaya dan kebutuhan hidup tio yang akan menanggungnya.”
“tapikan kakak ini yang lebih punya tanggung jawab tio…”
“kak,,tio ini anak laki-laki dan didunia ini wanita kedua yg paling tio sayang setelah ibu adalah kakak…tio akan bekerja keras untuk biaya kakak kuliah dan untuk biaya tio sekolah.kakak tenang saja tio tidak akan putus sekolah.karena kakak adalah semangat terbesar untuk tio”
Tanti hanya diam.Air matanya seakan tak ingin berhenti mengalir.Bukan air mata kepedihan,namun air mata bahagia.Tanti bersyukur memiliki seorang adik yang begitu menyayanginya.Ia peluk adiknya “tio,,,biar bagaimanapun tio gak boleh kerja keras sendirian.sekarang kita hanya berdua.jadi susah senang harus ditanggung bersama.tio kerja keras,kakakpun akan kerja keras.kita berjuang bersama yo”
Tio tersenyum dan berbisik “sebelum habis masa aku akan selalu menjaga kakak dan melakukan yang terbaik untuk kakak..”


                                                            …….THE END……

            BY: Faddiltusolikah
Mahasiswi UIN MALIKI MALANG semester 2.
CP       : 085748790625

Jumat, 19 Desember 2014

Jawaban dari Tuhan




Suntuk. Satu-satunya kata yang tepat untukku saat ini. Tugas kantor yang berjibun membuat fikiranku sedikit senewen. Tapi sudahlah aku enggan mengeluh. Segera aku beranjak berwudhu. Sayang, jika waktu sepertiga malam mini kulewati dengan sia-sia.
            Baca’an Qur’anku hari ini telah sampai pada surat Al-Luqman. Aku baca ayat 12-19. Dari ayat ke 14, aku berhenti sejenak. Aku baca maknannya berulang-ulang. “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu”.

Jumat, 27 Juni 2014

Kau tau,
Rasaku tak mampu ku urai
Bibirku hanya membisu
Aku tertunduk malu
Tat kala mata saling bertemu

Senin, 19 Mei 2014

Pembekalan KKM 1

17-05-2014


“Drrrtttt.....drrrtttt....drrrttt “ ponselku bergetar. Ku picingkan mataku. Ada satu pesan masuk. Klik.
Dil, brangkat jam berapa?( Tian.)
Ntar yan, jam 7.30 aja. Hehehe pengalaman dari tmen2 kemaren, molor katanya. :D
Ok. Ntar kabari ya kalo mau berangkat. (Tian)
Swiiipp J 
Jam karet. Hmm seperti sudah menjadi tradisi. Ya seperti saat ini. Hari sabtu. Dimana aku harus mengikuti pembekalan KKM ( Kuliah Kerja Mahasiswa ). Otakku mulai membayangkan kebosanan. Suntuk dan ngantuk sepertinya sudah membayang dalam anganku. Teringat beberapa pesan teman-temanku.

Sejuta Cinta untuk Pak Imam Suprayogo



"Diiilll,,, mana surat cinta buatku?" tanya teman sebangku. Aku hanya tersenyum mendengar pertanyaannya. "Eh, emangnya bener ta kasus nya pak imam itu?" tanyanya lagi.
"Hanya Allah yang tau, tapi aku percaya dan yakin kalo pak imam itu gak salah."
"kenapa?"
"Lihat dan nilai dengan hati" jawabku singkat. Tak ada pertanyaan lagi. Ia nampak berfikir. ku tinggalkan ia duduk sendiri dengan ribuan kata tanya. Pagi ini jadwal kuliahku lumayan padat. Bergegas ku percepat langkah menuju gedung C. Ruang 104. Ku duduk sejenak.
"Dil, kamu dapat sms buat ikut TTD sebagai dukungan buat pak Imam suprayogo gak?" tanya teman di sebelahku yang kerap ku panggil Tian. Segera ku cek ponselku. Aku mengangguk. "mau ke sebelah perpus sekarang?" tanyaku. Ia mengangguk. Kebetulan dosennya juga belum datang. Segera ku titip pesan ke temanku, Syifaul "Ul, nanti kalo ustadz sudah datang sms ya,, aku mau TTD tanda sayang dan hormat dulu buat Bapakku"

Surat Cinta untuk Pak Imam Suprayogo



Assalamualaikum.wr.wb.

Bapak,, bagaimana kabar bapak disana? baikkan pak?? saya berharap bapak selalu dalam lindunganNYA. Semoga ALLA SWT selalu memberi kekuatan dan kesabaran untuk bapak. Bapak pasti belum mengenal saya kan? saya Fadilatus Sholiha mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Arab pak,, salam kenal pak !!

Bapak  Imam Suprayogo yang saya sayangi, saya bahagia sekaligus bangga bisa mengenal bapak. Bapak adalah sosok yang sangat sederhana, sabar dan penuh perjuangan. Ingatkah pak, waktu bapak berbiacara di gedung SC 2 tahun yang lalu. Saat saya masih menyandang gelar MABA alias mahasiswa baru. Bapak bilang bahwa kami yang ada di depan Bapak adalah orang-orang pilihan, orang-orang hebat yang akan membuat perubahan. Saya aamiin kan kata-kata Bapak itu berkali-kali, berharap menjadi do'a dan

Minggu, 04 Mei 2014

Surat untuk Mb Rizza




Assalamualaikum mb..
Gimana kabarnya? Baikkan? Bagaimana Skripsinya? Lancarkan?. Banyak sekali yang aku ingin tanyakan mb. Aku harap mb Rizza selalu dalam lindunganNYA. Diberi kemudahan dan kelancaran untuk skripsinya, eiitttss dan jangan lupa ya mb masak-masak lagi buat keluarga kecil FLP Maliki J. Bagaimanapun hasil eksperimennya lidah kami bisa menerima kok mb. Kan enak gratisan ( hehehe maunnya... ).
Bolehkan aku sedikit berbagi cerita mb. Sudah lama gak ketemu. Gak bisa ngobrol ngalur ngidul. Dan yang pasti gak bisa lihat semangaatt dan senyum tulus bunda Rizza (begitulah sahabat FLP memanggil mb). Mb itu sudah seperti bunda kami sendiri. Habis mb nya pengertian banget sih. Pokoknya TOP BGT deeh !!! hehehe

Surat Kecil untuk Bapak Rektor

Kepada
Yth. Bapak Rektor UIN Malang
Di
      Tempat


Assalamualaikum warahmatullah wabarakaatuh...

Apa kabar, Bapak Rektor? Semoga sehat selalu dan dilindungi oleh Allah. Bapak, perkenalkan nama saya Fadilatus Soliha, mahasiswa  Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Semester IV. Jika saya boleh bertutur,saya sangat bangga memiliki kesempatan bisa menimba ilmu di kamus hijau ini. Begitulah kebanyakan orang memanggilnya. Semoga banyak keteduhan dan kebahagiaan yang tersimpan di kampus hijau ini Pak. Begitulah harapan saya sebagai seorang mahasiswa.

Bapak Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo MSc yang saya hormati, ingatkah bapak dengan tanggal 2 April 2013? tentunya bapak tidak akan melupakannya. Karena di tanggal tersebut Bapak dilantik dan resmi menjadi rektor UIN Malang. Aku bangga padamu Pak. Atas tugas dan amanah yang kini kau emban. Jelas hal itu tidak mudah dan gampang. Bahkan tanggung jawabmu pun lebih besar. Tanggung jawab yang kelak juga harus dipertanggung jawabkan kepadaNYA.

Memori at Jalan Galunggung ( 26 April 2014 : 10.00)

"Bruuuaaaakkk" aku tersungkur. Tangan dan kaki kananku membentur jalanan. Spion kananku patah. Sekilas kulihat mobil putih yang menyrempetku. Melaju cepat. Tiba-tiba aku teingat masa 5 tahun lalu. Kejadian yang hampir sama. Hanya saja peristiwa lima tahun lalu membuat aku tak bisa berjalan selama 1 bulan. Tapi untunglah hari ini ku masih bisa bangkit. "Wooooyy berhenti" teriak seorang laki-laki beruban sembari mengulurkan tanga kanannya. Membantuku bangkit. Ku lihat pemuda-pemuda pengunjung warnet itu berlari, ada yang bergegas mengendarai motor mengejar mobil putih itu. Setelah itu aku tak tau. Aku merasa gemetar. Teringat masa lima tahun lalu.
"Tidak apa-apa kan nak?" tanya bapak-bapak yang menolongku tadi. Disodorkannya sebotol air putih padaku. Aku tersentum " tidak apa-apa pak,, mungkin hanya kesleo saja. Soalnya sakit buat jalan. Tangannya juga. Mungkin nanti setelah di pijet bisa mendingan"
"Jangan takut ya nak,, coba tenangin diri dulu."

Minggu, 13 April 2014

Sebelum Habis Masa






            Kabut hitam tebal berfose di angkasa sang pencipta.Udara dingin merasuk menembus pori-pori kulit keriput yang menyimpan seribu sejarah.Gubuk sederhana menjadi saksi bisu sandiwara kehidupan.Yang terkadang ada tawa bahagia dan terkadang ada duka nestapa.
“Kreeeeek,,,,pagi yang mendung,semoga semangat kita tak akan pernah mendung”Harap seorang janda tua dibalik bilik.
“Ya mak,,,,semoga hari ini menjadi lebih baik dari hari-hari yang sebelumnya”Sahut seorang gadis remaja yang tengah asyik menata kue dagangannya.Ya sebut saja tanti.Tanti adalah seorang gadis remaja yang pantang menyerah.Meski dia hanya tinggal bersama ibu dan adiknya yang bernama tio.Tanti sudah merasa bersyukur dan bahagia.Setidaknya ia merasa bahagia masih mempunyai keluarga dan tempat tinggal.Meski tak semewah hotel berbintang tapi tanti selalu menanamkan “Baiti Jannati”seperti yang diajarkan oleh baginda nabi SAW.
*******                
“Tanti,..”dengan gugup tanti melangkah ke depan kelas.Jantungya berdebar hebat bagaikan pacuan kuda.”Selamat ya!!! Terus semangat dan terus tingkatkan prestasimu” ucap bu Diana guru fisika tanti.Tanti mengulumkan senyum.”Trimakasih ya ALLOH ,,, semoga hamba bisa menjadi lebih baik lagi” gumam tanti dalam hati.
            Tanti memang bukan berasal dari keluarga yang berada.Tapi niat yang terpatri dalam benaknya begitu kuat.Tinggal menghitung bulan lagi tanti akan menghadapi Ujian akhir nasional.Beban berat yang kini di pikulnya.Bukan masalah mata pelajaran yang diujikan tapi masalah biaya ujian.Tentu saja bukan biaya ujian tanti karena tanti telah mendapatkan beasiswa dari sekolahnya.Tapi tio adik tanti yang sekarang duduk dikelas 3 smp tak seberuntung tanti.Tio memang bukan anak yang malas.Tapi kemampuannya dalam mengingat materi pelajaran memang tak sepeka ingatan tanti.
********
            Sore itu hujan begitu lebat.Atap rumah tanti yang bocor seakan telah mengizinkan air hujan menerobosnya.
“Huk…huk….huk…huk.huk..bruuuuuaaaaaak”tubuh kurus itu tergeletak lemas di atas lantai.
“Maaaaaaak…mak kenapa mak….hikz..hikz..hikz”teriakkan histeris tanti dan adiknya beradu dengan suara Guntur hujan.
“Tolooooooooooong….mak sabar mak…”digoyang-goyangkannya tubuh emaknya.
“Maaak,,,,mak kenapa mak???”Tio tak mau tinggal diam.Dia segera berlari keluar mencari bantuan.Meski tanti melarangnya karena hujan yang masih lebat tapi tio tetap melangkah dan tak menghiraukan tanti.
“Nduuk,,manusia itu tidak ada yang kekal.Semua yang bernyawa pasti akan mati.Ma’afkan semua salah emak jika untuk esok dan seterusnya emak tidak bisa menemanimu.Jadilah ibu dan bapak bagi adikmu.Emak tau ini akan menjadi beban beratmu.Ma-ma-ma’aff kan e-e-emak nduk,,LA-I-LA-HA-ILLALLAAAH MU-HAM-MADUR-ROSULULLAAH”Perlahan kelopak mata emak mengatup.
“EEEMMAAAAAAAAAAAAAAAaaaaaaak………………….ya Alloooh..emaaak….in-nalillahii ,,hikz-hikz-hikz,,wa-innaillaihi roji’un…”tanti memeluk tubuh emaknya erat-erat.Berharap ini semua hanya mimpi buruk baginya.Dilihatnya diluar rumah adiknya berlari munuju rumah mereka.
“Mbak tanti……. A yo kita bawa emak kerum ah sakit,aku sudah minta tolong P.Ahmad”Ucap tio terengah-engah.
“Tidak perlu tio.Emak sudah berpulang kepangkuanNYA,” hati tio tersentak mendengar bahwa emaknya telah meninggal.Tubuh tio menggigil.diselonjorkannya kakinya dilantai.”Innalillahi wainnailaihi raji’un……”
**********
            Selang beberapa bulan setelah kematian ibunya , tanti terus berusaha memendam mimipinya untuk dapat melanjutkan menimba ilmu ke perguruan tinggi.Dan pagi itu dia mendengar kabar bahagia namun menyesakkan hatinya.
“Duuuooor,,,nglamun ya kak ,,”getak tio mengagetkan tanti.
“ihhh,,,kamu ini yo ,,kebiasa’an dech,,”
“Ada apa sih kak ? cerita doonk …jangan anggap tio kaya orang laen ..”
“ehmmm,,,gini yo,,,kakak kan ikut snmptn di UI dan hari ini pengumumanya , dan,,,”tanti diam sejenak.”kakak diterima menjadi mahasiswi UI yo,,”tanti tertunduk menahan tangis.
“trus kenapa kakak sedih ? harusnya kan kakak bahagia”
“tapi kalau kakak kuliah beban hidup kita pasti bertambah,dan tio kan juga masih SMA”
“Kak (tio menatap kakaknya tajam) ,Kak sa’at pemakaman ibu tio telah berjanji didepan makam ibu kalau tio akan berusaha memberikan yang terbaik.masalah biaya dan kebutuhan hidup tio yang akan menanggungnya.”
“tapikan kakak ini yang lebih punya tanggung jawab tio…”
“kak,,tio ini anak laki-laki dan didunia ini wanita kedua yg paling tio sayang setelah ibu adalah kakak…tio akan bekerja keras untuk biaya kakak kuliah dan untuk biaya tio sekolah.kakak tenang saja tio tidak akan putus sekolah.karena kakak adalah semangat terbesar untuk tio”
Tanti hanya diam.Air matanya seakan tak ingin berhenti mengalir.Bukan air mata kepedihan,namun air mata bahagia.Tanti bersyukur memiliki seorang adik yang begitu menyayanginya.Ia peluk adiknya “tio,,,biar bagaimanapun tio gak boleh kerja keras sendirian.sekarang kita hanya berdua.jadi susah senang harus ditanggung bersama.tio kerja keras,kakakpun akan kerja keras.kita berjuang bersama yo”
Tio tersenyum dan berbisik “sebelum habis masa aku akan selalu menjaga kakak dan melakukan yang terbaik untuk kakak..”


                                                            …….THE END……

            BY: Faddiltusolikah
Mahasiswi UIN MALIKI MALANG semester 2.
CP       : 085748790625