Minggu, 04 Mei 2014
Surat untuk Mb Rizza
Assalamualaikum mb..
Gimana kabarnya? Baikkan? Bagaimana Skripsinya? Lancarkan?. Banyak sekali yang aku ingin tanyakan mb. Aku harap mb Rizza selalu dalam lindunganNYA. Diberi kemudahan dan kelancaran untuk skripsinya, eiitttss dan jangan lupa ya mb masak-masak lagi buat keluarga kecil FLP Maliki J. Bagaimanapun hasil eksperimennya lidah kami bisa menerima kok mb. Kan enak gratisan ( hehehe maunnya... ).
Bolehkan aku sedikit berbagi cerita mb. Sudah lama gak ketemu. Gak bisa ngobrol ngalur ngidul. Dan yang pasti gak bisa lihat semangaatt dan senyum tulus bunda Rizza (begitulah sahabat FLP memanggil mb). Mb itu sudah seperti bunda kami sendiri. Habis mb nya pengertian banget sih. Pokoknya TOP BGT deeh !!! hehehe
Mengenal mb Rizza itu berawal dari sebuah harapan hati lho. Aku masih sangat mengingatnya. Bahkan hal itu yang membuat aku yakin, jika kita memiliki harapan baik maka Allah akan memberi jalan. Begitulah aku mengenalmu mb. Masih ku ingat waktu aku masih bergelar MABA (Mahasiswa Baru) Uin Maliki. Aku melihatmu berjalan didepan rektorat. Entah sama siapa aku tak mengenalnya. Dia menggandeng tanganmu. Berjalan pelan mengikuti langkahmu. Diam aku memperhatikanmu. Entah kenapa hatiku ingin bisa mengenalmu lebih dekat. Aku melihat semangatmu. Seperti menyimpan kisah perjuangan yang tidak biasa-biasa saja. “Aku ingin bisa dekat dan bersahabat dengan mb itu lho” kataku kepada teman yang duduk disebelahku. Ku arahkan jari telunjukku kearahmu. “Yaudah gih buruan kenalan, aneh kamu. Dimana-mana itu pengen kenalan ma cowo. Eh, kamu malah sama cewe.” Cibir temanku.
“Lho, emang salah? Adakah larangan dalam islam untuk bersahabat maupun menjalin hubungan dengan siapapun? Bukankah ini ide bagus supaya kita bisa menambah sahabat dan bisa mempererat ukuwah islamiyah” temanku melengos. Sepertinya ia tak setuju dengan pendapatku. Tapi hatiku? Tiba-tiba saja melantunkan do’a “ Ya Rabb dekatkanlah aku dengan hamba-hambaMu yang penuh semangat dalam mencari RidhoMU, dan beri aku jalan agak bisa dekat dengan mb yang tadi” begitulah seruan hati kecilku setelah melihatmu mb. Aku berharap bisa mengenalmu lebih dekat.
Dan benar saja, kekuatan do’a itu tidak bisa diragukan lagi. Aku benar-benar bisa mengenalmu lebih dekat. Tentunya lewat FLP Uin Maliki. Malam itu setelah ku dengar kabar OR (Open Requitment) FLP Maliki, aku segera mendaftar. Aku kaget. Ya, saat aku tau Rizza Nasir sekertaris FLP adalah seseorang yang ku lihat didepan rektorat waktu aku masih bergelar MABA. Aku bahagia bisa mengenalmu mb.
Kamu begitu lembut dan kasih sayang. Bukan hanya aku yang bilang, tapi banyak orang. Banyak yang kagum denganmu. Meski dengan keterbatasanmu kau tutupi dengan banyak kelebihan. Seorang mahasiswi jurusan PGMI Fakultas Tarbiyah dan masuk ICP (International Class Programe) pula. Banyak jempollah buat mb Rizza.
Tau gak mb, mengenalmu itu seperti menemukan oase digurun sahara. Benar-benar mampu memberikan penyejukkan. Seperti saat aku membaca kisahmu di blog FLP Uin Malang. Tentang perjuangan hidupmu menghadapi berbagai cemo’ohan. Saat mb harus terapi untuk bisa berjalan. Aku menangis membaca kisahmu mb. Aku malu. Dengan kondisi yang normal belum bisa berbuat banyak sepertimu. Kesabaran dan keyakinanmu menjalar di urat nadiku. Seperti virus yang menular. Kamu selalu bilang menulislah maka kamu tidak akan dilupakan. Meski tulisan yang ku hasilkan masih terbilang ecek-ecek, mb selalu memujinya. Menyemangati agar terus menulis. Hmmm jadi teringat kata yang pernah disampaikan mas Roy “Jika kamu bukan anak seorang raja atau pejabat maka menulislah”.
Aku belajar banyak hal darimu mb. Tentang keyakinan, kepercayaan, kesabaran dan perjuangan. Sebenarnya ada banyak hal yang ingin ku ceritakan mb. Sudah lama siih gak bareng-bareng mb Rizza lagi. Tapi sepertinya ini dulu deeh. Kapan-kapan disambung lagi. Saya do’akan skripsinya lancar dan bisa wisuda bulan ini ya mb,,, aamiin.
Wassalamualaikum,,
Salam sayang dan Rindu
Fadilatus Sholiha , Malang 15 april 2014 01:55
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Minggu, 04 Mei 2014
Surat untuk Mb Rizza
Assalamualaikum mb..
Gimana kabarnya? Baikkan? Bagaimana Skripsinya? Lancarkan?. Banyak sekali yang aku ingin tanyakan mb. Aku harap mb Rizza selalu dalam lindunganNYA. Diberi kemudahan dan kelancaran untuk skripsinya, eiitttss dan jangan lupa ya mb masak-masak lagi buat keluarga kecil FLP Maliki J. Bagaimanapun hasil eksperimennya lidah kami bisa menerima kok mb. Kan enak gratisan ( hehehe maunnya... ).
Bolehkan aku sedikit berbagi cerita mb. Sudah lama gak ketemu. Gak bisa ngobrol ngalur ngidul. Dan yang pasti gak bisa lihat semangaatt dan senyum tulus bunda Rizza (begitulah sahabat FLP memanggil mb). Mb itu sudah seperti bunda kami sendiri. Habis mb nya pengertian banget sih. Pokoknya TOP BGT deeh !!! hehehe
Mengenal mb Rizza itu berawal dari sebuah harapan hati lho. Aku masih sangat mengingatnya. Bahkan hal itu yang membuat aku yakin, jika kita memiliki harapan baik maka Allah akan memberi jalan. Begitulah aku mengenalmu mb. Masih ku ingat waktu aku masih bergelar MABA (Mahasiswa Baru) Uin Maliki. Aku melihatmu berjalan didepan rektorat. Entah sama siapa aku tak mengenalnya. Dia menggandeng tanganmu. Berjalan pelan mengikuti langkahmu. Diam aku memperhatikanmu. Entah kenapa hatiku ingin bisa mengenalmu lebih dekat. Aku melihat semangatmu. Seperti menyimpan kisah perjuangan yang tidak biasa-biasa saja. “Aku ingin bisa dekat dan bersahabat dengan mb itu lho” kataku kepada teman yang duduk disebelahku. Ku arahkan jari telunjukku kearahmu. “Yaudah gih buruan kenalan, aneh kamu. Dimana-mana itu pengen kenalan ma cowo. Eh, kamu malah sama cewe.” Cibir temanku.
“Lho, emang salah? Adakah larangan dalam islam untuk bersahabat maupun menjalin hubungan dengan siapapun? Bukankah ini ide bagus supaya kita bisa menambah sahabat dan bisa mempererat ukuwah islamiyah” temanku melengos. Sepertinya ia tak setuju dengan pendapatku. Tapi hatiku? Tiba-tiba saja melantunkan do’a “ Ya Rabb dekatkanlah aku dengan hamba-hambaMu yang penuh semangat dalam mencari RidhoMU, dan beri aku jalan agak bisa dekat dengan mb yang tadi” begitulah seruan hati kecilku setelah melihatmu mb. Aku berharap bisa mengenalmu lebih dekat.
Dan benar saja, kekuatan do’a itu tidak bisa diragukan lagi. Aku benar-benar bisa mengenalmu lebih dekat. Tentunya lewat FLP Uin Maliki. Malam itu setelah ku dengar kabar OR (Open Requitment) FLP Maliki, aku segera mendaftar. Aku kaget. Ya, saat aku tau Rizza Nasir sekertaris FLP adalah seseorang yang ku lihat didepan rektorat waktu aku masih bergelar MABA. Aku bahagia bisa mengenalmu mb.
Kamu begitu lembut dan kasih sayang. Bukan hanya aku yang bilang, tapi banyak orang. Banyak yang kagum denganmu. Meski dengan keterbatasanmu kau tutupi dengan banyak kelebihan. Seorang mahasiswi jurusan PGMI Fakultas Tarbiyah dan masuk ICP (International Class Programe) pula. Banyak jempollah buat mb Rizza.
Tau gak mb, mengenalmu itu seperti menemukan oase digurun sahara. Benar-benar mampu memberikan penyejukkan. Seperti saat aku membaca kisahmu di blog FLP Uin Malang. Tentang perjuangan hidupmu menghadapi berbagai cemo’ohan. Saat mb harus terapi untuk bisa berjalan. Aku menangis membaca kisahmu mb. Aku malu. Dengan kondisi yang normal belum bisa berbuat banyak sepertimu. Kesabaran dan keyakinanmu menjalar di urat nadiku. Seperti virus yang menular. Kamu selalu bilang menulislah maka kamu tidak akan dilupakan. Meski tulisan yang ku hasilkan masih terbilang ecek-ecek, mb selalu memujinya. Menyemangati agar terus menulis. Hmmm jadi teringat kata yang pernah disampaikan mas Roy “Jika kamu bukan anak seorang raja atau pejabat maka menulislah”.
Aku belajar banyak hal darimu mb. Tentang keyakinan, kepercayaan, kesabaran dan perjuangan. Sebenarnya ada banyak hal yang ingin ku ceritakan mb. Sudah lama siih gak bareng-bareng mb Rizza lagi. Tapi sepertinya ini dulu deeh. Kapan-kapan disambung lagi. Saya do’akan skripsinya lancar dan bisa wisuda bulan ini ya mb,,, aamiin.
Wassalamualaikum,,
Salam sayang dan Rindu
Fadilatus Sholiha , Malang 15 april 2014 01:55
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar