Ini Ceritaku Mana Ceritamu

Cerpen (9) Bebas (6) Surat (6) puisi (2) Hariku (1)

Senin, 19 Mei 2014

Surat Cinta untuk Pak Imam Suprayogo



Assalamualaikum.wr.wb.

Bapak,, bagaimana kabar bapak disana? baikkan pak?? saya berharap bapak selalu dalam lindunganNYA. Semoga ALLA SWT selalu memberi kekuatan dan kesabaran untuk bapak. Bapak pasti belum mengenal saya kan? saya Fadilatus Sholiha mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Arab pak,, salam kenal pak !!

Bapak  Imam Suprayogo yang saya sayangi, saya bahagia sekaligus bangga bisa mengenal bapak. Bapak adalah sosok yang sangat sederhana, sabar dan penuh perjuangan. Ingatkah pak, waktu bapak berbiacara di gedung SC 2 tahun yang lalu. Saat saya masih menyandang gelar MABA alias mahasiswa baru. Bapak bilang bahwa kami yang ada di depan Bapak adalah orang-orang pilihan, orang-orang hebat yang akan membuat perubahan. Saya aamiin kan kata-kata Bapak itu berkali-kali, berharap menjadi do'a dan

kenyataan untuk kami. Melihat sosok Bapak saat itu rasa kagum menjalar di hati saya. Saat Bapak berkisah tentang perjuangan Bapak dalam mengembangkan kampus kita tercinta ini. Segala waktu dan tenaga yang telah Bapak korbankan, tentu saja itu bukan hal yang enteng dan mudah. Butuh tetesan keringat dan air mata. Namun jika dilihat hasilnya sekarang, sepertinya kata sia-sia itu telah tertalak dengan sendirinya.

Bapak  Imam Suprayogo yang saya sayangi, Bapak adalah teladan bagi kami. Utamanya saya. Saya banyak belajar dari Bapak. Belajar sederhana, sabar, merakyat, dan yang paling penting bagi saya adalah belajar untuk istiqomah menulis. Seperti kebiasaan Bapak yang telah mendarah daging. Saya setuju dengan pendapat Bapak bahwa menulis itu sebuah hiburan dan panggilan jiwa. Meskipun tulisan yang hasilkan tak sebanding dengan tulisan Bapak. Tapi saya yakin ini hanya masalah proses saja pak.

Bapak  Imam Suprayogo yang saya sayangi, apakah Bapak masih ingat?? waktu itu setelah libur lebaran. Saat ada acara halal bihalal di depan SC. Bapak yang masih menyandang gelar rektor, menghampiri kami. Bersalaman dan mengucapkan kata ma'af. Dimana saat itu saya kebetulan sedang berada di UKM pramuka. Bahkan, tak segan-segan Bapak mengajak kami untuk makan bersama dengan Bapak. Bapak benar-benar tak ingin jabatan Bapak menjadi tameng kedekatan antara Bapak dan anak-anak Bapak (mahasiswa). Semoga Allah membalas segala pengorbanan Bapak.

Bapak  Imam Suprayogo yang saya sayangi, mendengar kabar tentang Bapak saat ini membuat saya merasa miris. Bagaimana tidak?? setelah apa yang Bapak lakukan dan apa yang telah Bapak berikan, semuanya seperti tidak nilainya dimata mereka. Ya, mereka yang telah melaporkan Bapak. Hingga Bapak harus menyandang status tersangka. Saya harap Bapak bisa tetap sabar dan kuat.

Bapak Imam Suprayogo yang saya sayangi, jangan marah ya pak. Jangan marah pada mereka. Mereka tetap anak Bapak, meskipun mereka berbuat demikian pada Bapak. Do’akan saja mereka pak,,, do’akan mereka dapat memilih jalan yang baik. Do’akan mereka dapat bertindak dengan hati. Tetap lapangkan hati Bapak. Saya yakin Bapak mampu, Bapak kuat. Saya tak tau apa yang sebenarnya terjadi. Tapi dimata saya Bapak adalah orang yang BAIK.

Terimakasih pak,,, terimakasih atas apa yang telah Bapak berikan dan lakukan untuk UIN Malang. Mungkin cukup ini yang bisa saya sampaikan pak.Tetap sabar ya pak,,

Wassalamualaikum.wr.wb

Salam Hormat dan Sayang,


Fadilatus sholiha




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Senin, 19 Mei 2014

Surat Cinta untuk Pak Imam Suprayogo



Assalamualaikum.wr.wb.

Bapak,, bagaimana kabar bapak disana? baikkan pak?? saya berharap bapak selalu dalam lindunganNYA. Semoga ALLA SWT selalu memberi kekuatan dan kesabaran untuk bapak. Bapak pasti belum mengenal saya kan? saya Fadilatus Sholiha mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Arab pak,, salam kenal pak !!

Bapak  Imam Suprayogo yang saya sayangi, saya bahagia sekaligus bangga bisa mengenal bapak. Bapak adalah sosok yang sangat sederhana, sabar dan penuh perjuangan. Ingatkah pak, waktu bapak berbiacara di gedung SC 2 tahun yang lalu. Saat saya masih menyandang gelar MABA alias mahasiswa baru. Bapak bilang bahwa kami yang ada di depan Bapak adalah orang-orang pilihan, orang-orang hebat yang akan membuat perubahan. Saya aamiin kan kata-kata Bapak itu berkali-kali, berharap menjadi do'a dan

kenyataan untuk kami. Melihat sosok Bapak saat itu rasa kagum menjalar di hati saya. Saat Bapak berkisah tentang perjuangan Bapak dalam mengembangkan kampus kita tercinta ini. Segala waktu dan tenaga yang telah Bapak korbankan, tentu saja itu bukan hal yang enteng dan mudah. Butuh tetesan keringat dan air mata. Namun jika dilihat hasilnya sekarang, sepertinya kata sia-sia itu telah tertalak dengan sendirinya.

Bapak  Imam Suprayogo yang saya sayangi, Bapak adalah teladan bagi kami. Utamanya saya. Saya banyak belajar dari Bapak. Belajar sederhana, sabar, merakyat, dan yang paling penting bagi saya adalah belajar untuk istiqomah menulis. Seperti kebiasaan Bapak yang telah mendarah daging. Saya setuju dengan pendapat Bapak bahwa menulis itu sebuah hiburan dan panggilan jiwa. Meskipun tulisan yang hasilkan tak sebanding dengan tulisan Bapak. Tapi saya yakin ini hanya masalah proses saja pak.

Bapak  Imam Suprayogo yang saya sayangi, apakah Bapak masih ingat?? waktu itu setelah libur lebaran. Saat ada acara halal bihalal di depan SC. Bapak yang masih menyandang gelar rektor, menghampiri kami. Bersalaman dan mengucapkan kata ma'af. Dimana saat itu saya kebetulan sedang berada di UKM pramuka. Bahkan, tak segan-segan Bapak mengajak kami untuk makan bersama dengan Bapak. Bapak benar-benar tak ingin jabatan Bapak menjadi tameng kedekatan antara Bapak dan anak-anak Bapak (mahasiswa). Semoga Allah membalas segala pengorbanan Bapak.

Bapak  Imam Suprayogo yang saya sayangi, mendengar kabar tentang Bapak saat ini membuat saya merasa miris. Bagaimana tidak?? setelah apa yang Bapak lakukan dan apa yang telah Bapak berikan, semuanya seperti tidak nilainya dimata mereka. Ya, mereka yang telah melaporkan Bapak. Hingga Bapak harus menyandang status tersangka. Saya harap Bapak bisa tetap sabar dan kuat.

Bapak Imam Suprayogo yang saya sayangi, jangan marah ya pak. Jangan marah pada mereka. Mereka tetap anak Bapak, meskipun mereka berbuat demikian pada Bapak. Do’akan saja mereka pak,,, do’akan mereka dapat memilih jalan yang baik. Do’akan mereka dapat bertindak dengan hati. Tetap lapangkan hati Bapak. Saya yakin Bapak mampu, Bapak kuat. Saya tak tau apa yang sebenarnya terjadi. Tapi dimata saya Bapak adalah orang yang BAIK.

Terimakasih pak,,, terimakasih atas apa yang telah Bapak berikan dan lakukan untuk UIN Malang. Mungkin cukup ini yang bisa saya sampaikan pak.Tetap sabar ya pak,,

Wassalamualaikum.wr.wb

Salam Hormat dan Sayang,


Fadilatus sholiha




Tidak ada komentar:

Posting Komentar