Ini Ceritaku Mana Ceritamu

Cerpen (9) Bebas (6) Surat (6) puisi (2) Hariku (1)

Senin, 19 Mei 2014

Sejuta Cinta untuk Pak Imam Suprayogo



"Diiilll,,, mana surat cinta buatku?" tanya teman sebangku. Aku hanya tersenyum mendengar pertanyaannya. "Eh, emangnya bener ta kasus nya pak imam itu?" tanyanya lagi.
"Hanya Allah yang tau, tapi aku percaya dan yakin kalo pak imam itu gak salah."
"kenapa?"
"Lihat dan nilai dengan hati" jawabku singkat. Tak ada pertanyaan lagi. Ia nampak berfikir. ku tinggalkan ia duduk sendiri dengan ribuan kata tanya. Pagi ini jadwal kuliahku lumayan padat. Bergegas ku percepat langkah menuju gedung C. Ruang 104. Ku duduk sejenak.
"Dil, kamu dapat sms buat ikut TTD sebagai dukungan buat pak Imam suprayogo gak?" tanya teman di sebelahku yang kerap ku panggil Tian. Segera ku cek ponselku. Aku mengangguk. "mau ke sebelah perpus sekarang?" tanyaku. Ia mengangguk. Kebetulan dosennya juga belum datang. Segera ku titip pesan ke temanku, Syifaul "Ul, nanti kalo ustadz sudah datang sms ya,, aku mau TTD tanda sayang dan hormat dulu buat Bapakku"


"Siapa dil? TTD apa?"
"TTD buat dukungan ke pak Imam" ku kedipkan mataku kearahnya. Ia tersenyum melihat tingkahku.

Ramai. ya bukan hanya satu dua orang saja yang ikut mendukung aksi ini. Tapi ratusan. Ribuan bahkan. Bus, angkot dan sepeda motor sudah berjajar rapi. Semua mau ke kejaksaan. Meneriakkan dukungan dan semangat untuk sosok yang telah menorahkan sejarah panjang. Sosok yang begitu tegar dan sabar. Kesederhanaan yanng mampu membuat kami begitu menyayanginya. Rasa sayang yang tak bisa diuraikan dengan kata.
Aku berjalan meraih spidol hitam yang telah tersedia. Kutilaskan nama dan TTD di kain putih panjang. Bibirku berkali kali melantunkan fatiha. Hadiah untuknya. Sosok pemimpin yang begitu berjasa. Dadaku sesak. Sudut mataku hampir basah. Segera ku usap. Aku tak ingin menangis. Sepertinya ini cara Tuhan menyampaikan kasih sayangNYA. Agar pak Imam lebih mendekat padaNYA. Ingin rasanya aku ikut ke kejaksaan. Tapi hari ini ada jadwal presentasi yang tak bisa ku tinggalkan. “Tapi do’aku selalu untukmu pak Imam”batinku.
Usai mata kuliah Metodologi Penelitian Bahasa Arab aku tak segera pulang. Duduk di tangga gedung B yang menghadap ke lapangan. Pandangku menerawang. Melukiskan wajah sosok yang saat ini harus dihadapkan dengan beberapa penyelidikan.
“Tiiiitt,,tiiiiittt,,,tiiitttt” bunyi klakson sepeda motor membuyarkan segala imajinasiku. Ku pandangi mereka. Serombongan mahasiswa Uin dengan membawa kain putih yang berisikan TTD tadi berputar mengelilingi kampus. Subhanallah,, ini bentuk rasa sayang mereka. Matahari yang menyengat tak lagi digubris. Mereka meneriakkan rasa cinta dan pedulinya. Pada sosok yang telah merangkai sejarah. Aku hanya tak habis fikir saja pada mereka yang pergi melaporkan Bapaknya sendiri.
Bukan hanya mahasiswa bahkan para Dosenpun ikut andil. Ku dengar dari mbak kamarku, bahwa Abah Marzuki, ustadz Muzakki, Abah Khamzawi dan dosen lainnya pun turun jalan. Duduk di depan kejaksaan. Melantunkan istighosah dan do’a untuk pak Imam tercinta. Subhanallah,,, sebegitu besar rasa sayang dan cinta. Semoga Pak Imam Suprayogo selalu diberi kesabaran dan kekuatan, Becik ketitik Olo ketoro. Sabar Bapak !!!

Salam Sejuta Cinta untuk Pak Imam Suprayogo.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Senin, 19 Mei 2014

Sejuta Cinta untuk Pak Imam Suprayogo



"Diiilll,,, mana surat cinta buatku?" tanya teman sebangku. Aku hanya tersenyum mendengar pertanyaannya. "Eh, emangnya bener ta kasus nya pak imam itu?" tanyanya lagi.
"Hanya Allah yang tau, tapi aku percaya dan yakin kalo pak imam itu gak salah."
"kenapa?"
"Lihat dan nilai dengan hati" jawabku singkat. Tak ada pertanyaan lagi. Ia nampak berfikir. ku tinggalkan ia duduk sendiri dengan ribuan kata tanya. Pagi ini jadwal kuliahku lumayan padat. Bergegas ku percepat langkah menuju gedung C. Ruang 104. Ku duduk sejenak.
"Dil, kamu dapat sms buat ikut TTD sebagai dukungan buat pak Imam suprayogo gak?" tanya teman di sebelahku yang kerap ku panggil Tian. Segera ku cek ponselku. Aku mengangguk. "mau ke sebelah perpus sekarang?" tanyaku. Ia mengangguk. Kebetulan dosennya juga belum datang. Segera ku titip pesan ke temanku, Syifaul "Ul, nanti kalo ustadz sudah datang sms ya,, aku mau TTD tanda sayang dan hormat dulu buat Bapakku"


"Siapa dil? TTD apa?"
"TTD buat dukungan ke pak Imam" ku kedipkan mataku kearahnya. Ia tersenyum melihat tingkahku.

Ramai. ya bukan hanya satu dua orang saja yang ikut mendukung aksi ini. Tapi ratusan. Ribuan bahkan. Bus, angkot dan sepeda motor sudah berjajar rapi. Semua mau ke kejaksaan. Meneriakkan dukungan dan semangat untuk sosok yang telah menorahkan sejarah panjang. Sosok yang begitu tegar dan sabar. Kesederhanaan yanng mampu membuat kami begitu menyayanginya. Rasa sayang yang tak bisa diuraikan dengan kata.
Aku berjalan meraih spidol hitam yang telah tersedia. Kutilaskan nama dan TTD di kain putih panjang. Bibirku berkali kali melantunkan fatiha. Hadiah untuknya. Sosok pemimpin yang begitu berjasa. Dadaku sesak. Sudut mataku hampir basah. Segera ku usap. Aku tak ingin menangis. Sepertinya ini cara Tuhan menyampaikan kasih sayangNYA. Agar pak Imam lebih mendekat padaNYA. Ingin rasanya aku ikut ke kejaksaan. Tapi hari ini ada jadwal presentasi yang tak bisa ku tinggalkan. “Tapi do’aku selalu untukmu pak Imam”batinku.
Usai mata kuliah Metodologi Penelitian Bahasa Arab aku tak segera pulang. Duduk di tangga gedung B yang menghadap ke lapangan. Pandangku menerawang. Melukiskan wajah sosok yang saat ini harus dihadapkan dengan beberapa penyelidikan.
“Tiiiitt,,tiiiiittt,,,tiiitttt” bunyi klakson sepeda motor membuyarkan segala imajinasiku. Ku pandangi mereka. Serombongan mahasiswa Uin dengan membawa kain putih yang berisikan TTD tadi berputar mengelilingi kampus. Subhanallah,, ini bentuk rasa sayang mereka. Matahari yang menyengat tak lagi digubris. Mereka meneriakkan rasa cinta dan pedulinya. Pada sosok yang telah merangkai sejarah. Aku hanya tak habis fikir saja pada mereka yang pergi melaporkan Bapaknya sendiri.
Bukan hanya mahasiswa bahkan para Dosenpun ikut andil. Ku dengar dari mbak kamarku, bahwa Abah Marzuki, ustadz Muzakki, Abah Khamzawi dan dosen lainnya pun turun jalan. Duduk di depan kejaksaan. Melantunkan istighosah dan do’a untuk pak Imam tercinta. Subhanallah,,, sebegitu besar rasa sayang dan cinta. Semoga Pak Imam Suprayogo selalu diberi kesabaran dan kekuatan, Becik ketitik Olo ketoro. Sabar Bapak !!!

Salam Sejuta Cinta untuk Pak Imam Suprayogo.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar