Ini Ceritaku Mana Ceritamu

Cerpen (9) Bebas (6) Surat (6) puisi (2) Hariku (1)

Rabu, 05 Februari 2014

Sebatas Rasa.


Entah harus diawali dari mana. Hati tak mampu menutupi  meski mulut terus mengatup tat kala diri berada dalam sisi yang menaburkan rasa canggung. Tak pernah juga aku berfikir untuk bisa mengenalmu lebih dekat. "Bang" begitulah aku menyapamu. Bukan sebagai abang sate, gule ato bakso. Tapi karena rasa seganku padamu. Pernah aku memanggilmu ustadz, tapi kau tak memperkenankan aku memanggil demikian.

"Bang", ingatkah saat kita pertama berkenalan. Menjadi satu kelompok masa Orientasi Fakultas ( OSFAK ) humbud Uin Maliki Malang. Aku melihat kecanggunggan diwajahmu. Wajah polos santri jombang yang masih melekat padamu. Jangankan berbicara, menyapa wanita saja sepertinya kau enggan. hahaha lucu jika aku mengingat itu. Dan tanpa di sangka, sampai semester 3 kita tetap sekelas. Bahkan sering satu kelompok presentasi ataupun observasi.

Mengenalmu lebih dekat membuatku terus menitikkan air mata. Bukan karena aku terluka. Tapi rasa syukur dan kagumku bisa mengenal hambaNYA yang begitu menjaga cinta pada Rabbnya. Akupun sering melihatmu menghabiskan waktu di masjid At-Tarbiyah Uin Maliki. tentunya dengan mushaf kecil yang selalu ada di saku kecilmu. Ya, baru aku sadari kalau kau juga seorang hafidz ( penghafal Al-Qur'an ). Berkali-kali hati ini mengharap dan memohon agar kelak akupun memiliki imam hidup yang sepaertimu.

Jika dibilang sebagai motivasi, aku tak bisa bilang "tidak atau iya", karena secara tidak langsung akupun ingin sepertimu. Aku iri padamu "Bang'', sifat santai, kalem, dan ketekunanmu itu membuatku ingin sepertimu. Menjadi sosok yang biasa namun menyimpan sesuatu yang luar biasa. Iya aku ingin sepertimu "Bang" !! :D

Mungkin kau sudah lupa dengan kata-katamu "bang". Saat kau bertanya aku sudah hafal berpa juz. Aku hanya tertunduk, dan kau bilang jika aku mampu hafal 30 juz dalam satu tahun. Kau akan menyayangiku. Tapi kata sayang itu ambigu "Bang". Sayang karena apa?? tapi entahlah apapun itu. Tapi kata itu mampu membuatku terus bersemangat...

"Bang" taukah kamu. saat aku sedang membicaran masalah pemograman KRS dengan sahabatmu yang kerap ku sapa "Om" lewat tlf genggamku. Adilmu pun ikut nimbrung yang tiba-tiba membicarakanmu. Bertanya maukah aku jadi kakaknya, tapi dengan syarat aku harus menjadi seorang yang hafidzah. Akupun ingin demikian "Bang". Tapi bukan karena aku ingin bersanding denganmu. Menjadi permaisuri yang akan menemani perjuanganmu. Tapi 30 itu untuk kedua orang tuaku. Dan akupun sadar diri. Disana, di sudut pesantren jombang ada sosok bidadari yang telah terikat denganmu. :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rabu, 05 Februari 2014

Sebatas Rasa.


Entah harus diawali dari mana. Hati tak mampu menutupi  meski mulut terus mengatup tat kala diri berada dalam sisi yang menaburkan rasa canggung. Tak pernah juga aku berfikir untuk bisa mengenalmu lebih dekat. "Bang" begitulah aku menyapamu. Bukan sebagai abang sate, gule ato bakso. Tapi karena rasa seganku padamu. Pernah aku memanggilmu ustadz, tapi kau tak memperkenankan aku memanggil demikian.

"Bang", ingatkah saat kita pertama berkenalan. Menjadi satu kelompok masa Orientasi Fakultas ( OSFAK ) humbud Uin Maliki Malang. Aku melihat kecanggunggan diwajahmu. Wajah polos santri jombang yang masih melekat padamu. Jangankan berbicara, menyapa wanita saja sepertinya kau enggan. hahaha lucu jika aku mengingat itu. Dan tanpa di sangka, sampai semester 3 kita tetap sekelas. Bahkan sering satu kelompok presentasi ataupun observasi.

Mengenalmu lebih dekat membuatku terus menitikkan air mata. Bukan karena aku terluka. Tapi rasa syukur dan kagumku bisa mengenal hambaNYA yang begitu menjaga cinta pada Rabbnya. Akupun sering melihatmu menghabiskan waktu di masjid At-Tarbiyah Uin Maliki. tentunya dengan mushaf kecil yang selalu ada di saku kecilmu. Ya, baru aku sadari kalau kau juga seorang hafidz ( penghafal Al-Qur'an ). Berkali-kali hati ini mengharap dan memohon agar kelak akupun memiliki imam hidup yang sepaertimu.

Jika dibilang sebagai motivasi, aku tak bisa bilang "tidak atau iya", karena secara tidak langsung akupun ingin sepertimu. Aku iri padamu "Bang'', sifat santai, kalem, dan ketekunanmu itu membuatku ingin sepertimu. Menjadi sosok yang biasa namun menyimpan sesuatu yang luar biasa. Iya aku ingin sepertimu "Bang" !! :D

Mungkin kau sudah lupa dengan kata-katamu "bang". Saat kau bertanya aku sudah hafal berpa juz. Aku hanya tertunduk, dan kau bilang jika aku mampu hafal 30 juz dalam satu tahun. Kau akan menyayangiku. Tapi kata sayang itu ambigu "Bang". Sayang karena apa?? tapi entahlah apapun itu. Tapi kata itu mampu membuatku terus bersemangat...

"Bang" taukah kamu. saat aku sedang membicaran masalah pemograman KRS dengan sahabatmu yang kerap ku sapa "Om" lewat tlf genggamku. Adilmu pun ikut nimbrung yang tiba-tiba membicarakanmu. Bertanya maukah aku jadi kakaknya, tapi dengan syarat aku harus menjadi seorang yang hafidzah. Akupun ingin demikian "Bang". Tapi bukan karena aku ingin bersanding denganmu. Menjadi permaisuri yang akan menemani perjuanganmu. Tapi 30 itu untuk kedua orang tuaku. Dan akupun sadar diri. Disana, di sudut pesantren jombang ada sosok bidadari yang telah terikat denganmu. :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar