Jumat, 11 Maret 2016
Surat untuk Hati
Hati... bagaimanakah kabarmu saat ini? adakah yang menyelinap menggeser namaNYA ? Apakah kau merasa tenang saat ini? Atau bahkan kau tengah dilanda kecewa luar biasa. Atau mungkin kau berjuang melawan takutmu? Atau kau sedang berusaha meredam khawatirmu?
Hati.... taukah engkau rasa yang besemayam didalam ruang kosongmu itu? dari manakah asalnya? mengapa ia mampu mengalirkan ribuan energi yang dasyat bahkan mampu melumpuhkan imaji. Bahkan mampu menghadirkan perih. Apakah ada nama yang tertanam atau bahkan terukir sudut ruangmu? lantas apakah itu bersifat sementara atau selamanya?
Hati... Taukah engkau,, kenapa yang tertulis dalam ruang kosongmu tak selaras dengan takdirNYA. Tak sejalan dengan jalanNYA? Hingga terkadang mampu membuatku frustasi karena mu, karena kau tak menghapus namanya dari sudut ruang kosongmu.
Hatiii.... sakitmu itu adalah air mataku. Air mata harapan yang selalu terlantun pada Rabbku. Air mata yang mampu mencipta bahagia, meski berawal dengan luka. Air mata yang mengantar aku untuk terus bertahan. Ketika suasanamu tak sesuai keadaan. Ketika niatmu tak sesuai akhir suratan. Ketika harapanmu tak mampu terwujudkan.
Hati,, mampukah kau berdamai denganku? hingga tenang menjadi teman dan sahabat perjalananku. Hingga bahagia menjadi ujung usahaku. Hingga syukur menjadi pondasi awalku. Hingga tulus menjadi tradisiku.
Hatiii,, aku tau kau lelah. Lelah dengan harapan yang kau cipta. Lelah dengan penantian tanpa kepastian. Lelah dengan kondisi yang memojokkan. Lelah dengan sekalah keluhan yang kian menbongkah. lelah dengan omelan yang kian menebal. Mencipta kesal bahkan sebal. Aku tau kau begitu lelah, bahkan sudah pasrah. Tapi boleh kah aq untuk memintamu?
Memintamu untuk lebih bersabar. memintamu untuk lebih tegar. Memintamu untuk tidak menjadikannya beban. Memintamu untuk terus bertahan. Memintamu kuat dalam ujian. Cukup... itu saja cukup. Hingga tenang akan terus bersandar menjadi dasar yang mencipta sabar tanpa terbendung kemarahan.
Percayalah hati... sakitmu saat ini akan tebayar bahagia yang mempu membuat semua orang tersenyum pasamu. Percayalah hati,,,, ALLAH akan mengganti sakitmu dengan keindahan yang tak pernah kau bayangkan...
Label:
Surat
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Jumat, 11 Maret 2016
Surat untuk Hati
Hati... bagaimanakah kabarmu saat ini? adakah yang menyelinap menggeser namaNYA ? Apakah kau merasa tenang saat ini? Atau bahkan kau tengah dilanda kecewa luar biasa. Atau mungkin kau berjuang melawan takutmu? Atau kau sedang berusaha meredam khawatirmu?
Hati.... taukah engkau rasa yang besemayam didalam ruang kosongmu itu? dari manakah asalnya? mengapa ia mampu mengalirkan ribuan energi yang dasyat bahkan mampu melumpuhkan imaji. Bahkan mampu menghadirkan perih. Apakah ada nama yang tertanam atau bahkan terukir sudut ruangmu? lantas apakah itu bersifat sementara atau selamanya?
Hati... Taukah engkau,, kenapa yang tertulis dalam ruang kosongmu tak selaras dengan takdirNYA. Tak sejalan dengan jalanNYA? Hingga terkadang mampu membuatku frustasi karena mu, karena kau tak menghapus namanya dari sudut ruang kosongmu.
Hatiii.... sakitmu itu adalah air mataku. Air mata harapan yang selalu terlantun pada Rabbku. Air mata yang mampu mencipta bahagia, meski berawal dengan luka. Air mata yang mengantar aku untuk terus bertahan. Ketika suasanamu tak sesuai keadaan. Ketika niatmu tak sesuai akhir suratan. Ketika harapanmu tak mampu terwujudkan.
Hati,, mampukah kau berdamai denganku? hingga tenang menjadi teman dan sahabat perjalananku. Hingga bahagia menjadi ujung usahaku. Hingga syukur menjadi pondasi awalku. Hingga tulus menjadi tradisiku.
Hatiii,, aku tau kau lelah. Lelah dengan harapan yang kau cipta. Lelah dengan penantian tanpa kepastian. Lelah dengan kondisi yang memojokkan. Lelah dengan sekalah keluhan yang kian menbongkah. lelah dengan omelan yang kian menebal. Mencipta kesal bahkan sebal. Aku tau kau begitu lelah, bahkan sudah pasrah. Tapi boleh kah aq untuk memintamu?
Memintamu untuk lebih bersabar. memintamu untuk lebih tegar. Memintamu untuk tidak menjadikannya beban. Memintamu untuk terus bertahan. Memintamu kuat dalam ujian. Cukup... itu saja cukup. Hingga tenang akan terus bersandar menjadi dasar yang mencipta sabar tanpa terbendung kemarahan.
Percayalah hati... sakitmu saat ini akan tebayar bahagia yang mempu membuat semua orang tersenyum pasamu. Percayalah hati,,,, ALLAH akan mengganti sakitmu dengan keindahan yang tak pernah kau bayangkan...
Label:
Surat
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar