Ini Ceritaku Mana Ceritamu

Cerpen (9) Bebas (6) Surat (6) puisi (2) Hariku (1)

Selasa, 09 April 2013

MSAA


                Kulangkahkan kakiku gontai. Sepi. Seperti tanpa penghuni. Sekilas satu dua mahasantri hilir mudik membawa barang-barangnya. Ku dongakkan kepalaku, “oh tidak,,,masih kurang satu tangga lagi”ucapku pasrah sembari membopong barang-barangku menuju lantai 4. “Kreeek,,” ku buka pintu kamar 61 lantai 4. “iya tidak salah lagi inilah kamar yang akan ku tempati”gumamku lesu. Ku lirik kanan-kiri. Woow kosong tanpa penghuni. Aku yang pertama sampai dan sebagai pendatang pertama kupaksa diriku untuk membersihkan kamar. Hingga teman-temanku datang dan lengkap 8 orang. Perkenalan singkat kami itu sedikit terkesan malu-malu. Mungkin karena kita baru pertama kenal. Tapi perkenalan itu menjadi kesan unik untuk kita.
                Tepat pukul 05.30 suara bising di isti’lamat mulai terdengar. Para mbak-mbak musrifah mulai beraksi dengan celoteh-celoteh dan nyanyian-nyanyiannya ala DIVA Indonesia. Derapan langkah masantri terdengar bising saat mbak-mbak musrifah menghitung mundur mulai 10-1. Ya, sebuah senjata ampuh untuk menggerakkan hati adek-adek mahasantri yang mulai terserang penyakit malas saat shobahul lughoh. Dengan 1001 cara para mbak-mbak devisi bahasa menghidupkan suasana shobahul lughoh agar tak terkesan membosankan. Namun tak banyak dari mahasantri tetap berpegang teguh dengan manyunan bibirnya yang hampir mencapai 5 meter hehe. Tak banyak dari mereka yang mengikuti intruksi mbak musrifah. Bahkan saat kegiatan shobahul lughoh dan ta’lim berlangsung ada diantara mereka yang sibuk menenteng tugas kuliah, Ya ibarat kata pepatah “sambil menyelam minum air”. Mungkin hal itu  sudah menjadi tradisi turun temurun. Bahkan ada juga yang meyempatkan matanya untuk terpejam sejenak. Sudah bukan hal yang tabu lagi bagi kita para mahasantri yang selain mendapat tugas kuliah juga mendapat tugas di ma’had. Apalagi saat ujian ma’had dan ujian PKPBA yang berlangsung hampir bersamaan membuat mahasantri kelabakan. Sistem belajar SKS selalu diterapkan. Tapi tak semua mahasantri demikian. Ada juga diantara mereka yang bersikap bagai malaikat tanpa cela. Mengerjakan segala macam tugas dengan on time. Tidak ada istilah SKS dalam hidupnya. Prinsip belajarnya adalah sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Benar memang. Bukit-bukit emas itu membuatnya memiliki nilai lebih dari yang lainnya.
                Hari minggu merupakan hari yang selalu dinanti bagi kami para mahasantri. Hari bebas. Hari istirahat tanpa syarat. Hari tidur pulas tanpa batas. Hari kami memanjakan diri.
‘’Diiiil,,,,,banguuun” digoyang-goyangkannya tubuhku.
“Hemmm,,” sahutku
“Ayoo banguuun diiil.. Jalan-jalan pagi yuuk” aku tak menggubris panggilan temanku. Mataku masih mengatup. Rasa kantuk membuatku enggan beranjak dari tidurku. Begadang semalaman dengan tumpukan tugas membuatku sedikit frustasi. Hinggan berat tubuhku beranjak dari buaian mimpi-mimpi indahku.
“Diiiil,,,,dilaaa,,,diiiiiiilll” benar-benar membuat benakku menggerutu dari A sampai Z. Kupaksakan kakiku beranjak.
“Hiiih kamu itu seneng banget lihat temen menderita” kulirik temanku sewot.
“Iiih justru aku ini baik. Tidur pagi-pagi itu gak baik tau. Makannya  ada shobahul lughoh dan ta’lim itu tujuannya biar mahasantri tidak tidur pagi-pagi. Mau kamu begadang atau tidak itu sudah menjadi tanggung jawab kita sebagai seorang mahasiswi dan mahasantri.
“Iya-iya,,, bu nyaiii” jawabku ketus. Temanku hanya tersenyum melihat tingkahku. Sebenarnya tausiyahnya pagi itu sedikit memberikan energy positive pada diriku. “Hmmm benar juga kata temanku. Pasti suatu saat nanti aku akan merindukan saat-saat indah di MSAA” gumam hati kecilku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Selasa, 09 April 2013

MSAA


                Kulangkahkan kakiku gontai. Sepi. Seperti tanpa penghuni. Sekilas satu dua mahasantri hilir mudik membawa barang-barangnya. Ku dongakkan kepalaku, “oh tidak,,,masih kurang satu tangga lagi”ucapku pasrah sembari membopong barang-barangku menuju lantai 4. “Kreeek,,” ku buka pintu kamar 61 lantai 4. “iya tidak salah lagi inilah kamar yang akan ku tempati”gumamku lesu. Ku lirik kanan-kiri. Woow kosong tanpa penghuni. Aku yang pertama sampai dan sebagai pendatang pertama kupaksa diriku untuk membersihkan kamar. Hingga teman-temanku datang dan lengkap 8 orang. Perkenalan singkat kami itu sedikit terkesan malu-malu. Mungkin karena kita baru pertama kenal. Tapi perkenalan itu menjadi kesan unik untuk kita.
                Tepat pukul 05.30 suara bising di isti’lamat mulai terdengar. Para mbak-mbak musrifah mulai beraksi dengan celoteh-celoteh dan nyanyian-nyanyiannya ala DIVA Indonesia. Derapan langkah masantri terdengar bising saat mbak-mbak musrifah menghitung mundur mulai 10-1. Ya, sebuah senjata ampuh untuk menggerakkan hati adek-adek mahasantri yang mulai terserang penyakit malas saat shobahul lughoh. Dengan 1001 cara para mbak-mbak devisi bahasa menghidupkan suasana shobahul lughoh agar tak terkesan membosankan. Namun tak banyak dari mahasantri tetap berpegang teguh dengan manyunan bibirnya yang hampir mencapai 5 meter hehe. Tak banyak dari mereka yang mengikuti intruksi mbak musrifah. Bahkan saat kegiatan shobahul lughoh dan ta’lim berlangsung ada diantara mereka yang sibuk menenteng tugas kuliah, Ya ibarat kata pepatah “sambil menyelam minum air”. Mungkin hal itu  sudah menjadi tradisi turun temurun. Bahkan ada juga yang meyempatkan matanya untuk terpejam sejenak. Sudah bukan hal yang tabu lagi bagi kita para mahasantri yang selain mendapat tugas kuliah juga mendapat tugas di ma’had. Apalagi saat ujian ma’had dan ujian PKPBA yang berlangsung hampir bersamaan membuat mahasantri kelabakan. Sistem belajar SKS selalu diterapkan. Tapi tak semua mahasantri demikian. Ada juga diantara mereka yang bersikap bagai malaikat tanpa cela. Mengerjakan segala macam tugas dengan on time. Tidak ada istilah SKS dalam hidupnya. Prinsip belajarnya adalah sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Benar memang. Bukit-bukit emas itu membuatnya memiliki nilai lebih dari yang lainnya.
                Hari minggu merupakan hari yang selalu dinanti bagi kami para mahasantri. Hari bebas. Hari istirahat tanpa syarat. Hari tidur pulas tanpa batas. Hari kami memanjakan diri.
‘’Diiiil,,,,,banguuun” digoyang-goyangkannya tubuhku.
“Hemmm,,” sahutku
“Ayoo banguuun diiil.. Jalan-jalan pagi yuuk” aku tak menggubris panggilan temanku. Mataku masih mengatup. Rasa kantuk membuatku enggan beranjak dari tidurku. Begadang semalaman dengan tumpukan tugas membuatku sedikit frustasi. Hinggan berat tubuhku beranjak dari buaian mimpi-mimpi indahku.
“Diiiil,,,,dilaaa,,,diiiiiiilll” benar-benar membuat benakku menggerutu dari A sampai Z. Kupaksakan kakiku beranjak.
“Hiiih kamu itu seneng banget lihat temen menderita” kulirik temanku sewot.
“Iiih justru aku ini baik. Tidur pagi-pagi itu gak baik tau. Makannya  ada shobahul lughoh dan ta’lim itu tujuannya biar mahasantri tidak tidur pagi-pagi. Mau kamu begadang atau tidak itu sudah menjadi tanggung jawab kita sebagai seorang mahasiswi dan mahasantri.
“Iya-iya,,, bu nyaiii” jawabku ketus. Temanku hanya tersenyum melihat tingkahku. Sebenarnya tausiyahnya pagi itu sedikit memberikan energy positive pada diriku. “Hmmm benar juga kata temanku. Pasti suatu saat nanti aku akan merindukan saat-saat indah di MSAA” gumam hati kecilku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar